PEKANBARU - Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat dan peduli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna di bawah kepemimpinan Bupati Natuna Cen Sui Lan yang menggelar Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat di Pantai Piwang, Kecamatan Bunguran Timur, Sabtu (24/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Nof Hendra dalam keterangan tertulisnya menanggapi berita ANTARA tentang kehadiran bahan pokok murah bagi masyarakat Natuna, di Pekanbaru, Minggu (25/10/2026).
"Kami di Forum Dinamika Indonesia (FDI) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Bupati Natuna Cen Sui Lan yang akrab disapa Aisyah. Ini adalah bukti nyata bahwa pemimpin hadir di tengah kesulitan rakyat. Di saat kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit, beliau langsung turun melayani pembeli, menghadirkan beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya dengan selisih harga Rp2.000 hingga Rp3.000 lebih murah dari pasar," ujar Nof Hendra.
Menurut Nof Hendra, apa yang dilakukan Bupati Natuna Cen Sui Lan adalah implementasi nyata dari ekonomi kerakyatan dan sila ke-5 Pancasila.
"Langkah ini sangat konkret. Tidak hanya wacana. Kolaborasi antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Natuna menunjukkan tata kelola pemerintahan yang solid. Subsidi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk gula 2 ton, tepung 1,5 ton, telur 500 papan dengan harga di bawah pasar, seperti gula Rp12 ribu/kg, tepung Rp10 ribu/kg, dan telur Rp45 ribu/papan, ini sangat membantu meringankan beban rakyat," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemkab Natuna yang telah menggelar pasar murah lebih dari 17 kali hingga 2026 dan akan menjangkau kecamatan-kecamatan terluar yang terpisah pulau seperti Subi, Serasan, Serasan Timur, Midai, Seluan, dan Pulau Panjang.
Tanggapan dan Saran FDI:
Sebagai bentuk dukungan konstruktif, Nof Hendra menyampaikan beberapa tanggapan dan saran untuk semua pihak:
1. Untuk Bupati dan Pemkab Natuna: Pertahankan dan tingkatkan intensitas program ini secara berkala dan merata ke 17 kecamatan. Jadikan Pantai Piwang sebagai model ketahanan pangan pesisir. Libatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok agar ekonomi berputar di Natuna.
2. Untuk Perum Bulog dan Pemerintah Pusat: Berikan alokasi subsidi yang lebih besar untuk wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) seperti Natuna. Jangan samakan kuota Natuna dengan daerah di Jawa. Biaya logistik ke pulau-pulau kecil sangat tinggi.
3. Untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri): Dorong anggaran khusus ketahanan pangan di APBD 2027. DKPP Natuna yang saat ini belum memiliki anggaran subsidi khusus untuk bawang, wortel, kentang harus diberi dukungan anggaran agar tidak hanya mengandalkan skema grosir.
4. Untuk Masyarakat Natuna: Manfaatkan program ini dengan bijak, jangan ada penimbunan. Awasi bersama agar distribusi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan tengkulak.
"Pemimpin sejati bukan tentang seberapa tinggi jabatannya, tapi seberapa banyak manfaat yang ia tinggalkan. Ibu Cen Sui Lan telah menunjukkan itu. Kehadirannya dirasakan, kebaikannya mengalir untuk orang banyak. Ini adalah contoh kepemimpinan yang dirindukan rakyat," pungkasnya.
Nof Hendra berharap program Pasar Murah dan GPM ini menjadi gerakan nasional pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, sekaligus menjadi kado terbaik di Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Natuna dan Hari Pangan Sedunia.
****

إرسال تعليق