Ribuan Warga Tapan Diuji Bencana, LAN Sumbar Hadir Membawa Kepedulian dan Harapan

Pengurus LAN Provinsi Sumatera Barat bersama LAN Kabupaten Pesisir Selatan dalam aksi kemanusiaan bagi masyarakat Tapan yang tertimpa bencana. (Foto-LAN SB)


Pesisir Selatan, integritasmedia.com - BENCANA banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 9–10 Oktober 2026 kemarin, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. 


Di tengah derasnya air yang menerjang pemukiman warga dan longsoran tanah yang mengancam keselamatan warga, ribuan warga harus menghadapi kenyataan pahit ketika rumah dan harta benda yang selama ini menjadi tempat berteduh rusak, bahkan hanyut terbawa bencana.


Berdasarkan informasi yang di himpun bencana tersebut berdampak terhadap sekitar 1.460 kepala keluarga (KK) atau 4.830 jiwa yang tersebar di sembilan nagari. Sejumlah rumah warga di laporkan hanyut, sementara beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Angka-angka itu bukan sekadar data statistik, melainkan gambaran tentang ribuan kehidupan yang sedang berjuang untuk kembali bangkit setelah bencana merenggut rasa aman mereka.


Di balik angka ribuan jiwa yang terdampak, ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, orang tua yang memikirkan keselamatan anak-anaknya, serta masyarakat yang harus membersihkan rumah dari lumpur sambil berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa. Bagi sebagian warga, persoalan tidak berhenti ketika air mulai surut. Mereka masih harus memikirkan tempat tinggal, pakaian, makanan, kebutuhan sehari-hari, serta bagaimana melanjutkan kehidupan di tengah keterbatasan.


Kondisi inilah yang menggerakkan kepedulian Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat bersama LAN Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan bagi masyarakat Tapan. 


Bagi LAN Sumbar, kepedulian terhadap sesama tidak hanya di wujudkan melalui program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, tetapi juga melalui tindakan nyata ketika masyarakat menghadapi musibah.


Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengkoordinasikan langkah kemanusiaan bersama jajaran LAN untuk menghimpun bantuan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana. Bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai di kumpulkan dengan melibatkan kepedulian para pengurus serta anggota LAN. Gerakan tersebut menjadi wujud semangat kebersamaan bahwa ketika sebagian masyarakat sedang tertimpa musibah, mereka tidak boleh di biarkan menghadapi kesulitan seorang diri.


Saat berkoordinasi dengan Camat Basa Ampek Balai Tapan, Agnes Deno Amas, S.STP, MM, LAN Sumbar memperoleh informasi mengenai kondisi masyarakat yang memprihatinkan. Sejumlah rumah warga di laporkan di penuhi lumpur, ada yang hanyut, dan sebagian lainnya mengalami kerusakan parah. Informasi tersebut semakin menguatkan tekad LAN untuk hadir dan membantu sesuai kemampuan organisasi.


Mengingat perjalanan dari Kota Padang menuju Tapan membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, LAN Sumbar mengambil langkah dengan mengutus perwakilan bersama perwakilan LAN Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengantarkan bantuan secara langsung. 


Langkah ini bukan semata-mata tentang mengantarkan bantuan dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, kehadiran para relawan LAN di harapkan dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Sebab, dalam situasi bencana, bantuan materi memang sangat di butuhkan, tetapi perhatian dan kepedulian juga memiliki arti yang tidak kalah penting.


Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah, sepotong pakaian layak pakai dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar. Bagi keluarga yang kesulitan menyediakan makanan, bantuan sembako dapat meringankan beban untuk beberapa waktu. Dan bagi mereka yang merasa seolah-olah harus menghadapi semuanya sendiri, kehadiran orang-orang yang datang dengan niat membantu dapat menumbuhkan kembali harapan.


Firman Sikumbang bersama jajaran LAN Sumbar mengajak masyarakat, para dermawan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama membantu korban bencana di Tapan. Bantuan sekecil apa pun akan berarti apabila diberikan dengan tulus dan di kumpulkan melalui semangat gotong royong.


Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, nilai barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang bukan sekadar pepatah yang diwariskan oleh orang tua. Nilai tersebut mengajarkan bahwa beban yang berat akan terasa lebih ringan apabila di pikul bersama. Ketika dunsanak kita mengalami kesulitan, kepedulian tidak cukup hanya di sampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu di wujudkan dalam tindakan nyata.


Musibah yang melanda Tapan menjadi pengingat bahwa tidak seorang pun dapat memastikan kapan ujian kehidupan akan datang. Hari ini saudara kita yang tertimpa bencana, tetapi tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Karena itu, membantu sesama bukan hanya tentang memberi ketika memiliki kelebihan, melainkan juga tentang menjaga nilai kemanusiaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.


Semoga masyarakat Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan di berikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Semoga rumah-rumah yang rusak dapat kembali dibangun, kehidupan yang sempat terhenti dapat berangsur pulih, dan anak-anak yang kehilangan kenyamanan tempat tinggal dapat kembali menjalani hari-hari mereka dengan aman.


Di tengah lumpur yang menutupi halaman rumah, di antara puing-puing yang menyisakan kenangan, serta di balik kesedihan keluarga yang terdampak, selalu ada harapan yang dapat tumbuh melalui kepedulian bersama.(*)


#PesirSelatan #LANSumbar #LANPessel #Peduli #Kemanusiaan #MasyarakatTerdampak #Tapan. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama