Tanah Datar

WALI NAGARI PASIR LAWAS MUKHTAR KIMAN BERIKAN SP1 KEPADA PERANGKAT TIDAK BER ETIKA.

Batusangkar(sumbar)integritasmedia.com - Bak kato rang tuo mengatakan apabila hampir seluruh murid mempunyai rapor merah berarti guru yang tidak pandai dalam mendidik dan mengajar.
( Wali Nagari Mukhtar Kiman )
Pituah orang tua ini yang pantas untuk  Wali Nagari Pasir Lawas Mukhtar Kiman.

Wali nagari pasir Lawas Mukhtar Kiman memberikan surat (SP1) kepada sebagian perangkat Nagari sebanyak tujuh orang tanpa ada alasan yang pas dan seakan mengada-mengada untuk melemparkan sebagian perangkat Nagari Pasir Lawas

Wirman Kaur pemerintahan yang melayani dan mengurus kk, akta kelahiran ktp dan lain sebagainya, mengatakan SP1 yang dikeluarkan oleh Wali Nagari
disebabkan karena beliau tidak memberikan laporan dan sering terlambat masuk kantor.Jadi laporan apa yang harus saya  laporkan? Ujar Wirman dengan penuh tanya.

Senada yang disampaikan Syamsuar Kepala Jorong Lurah Ampang saya juga mendapatkan SP1 dengan alasan sering melawan kepada Wali Nagari dan menghambat pembangunan ujar syamsuar sambil tertawa.

Padahal saya sudah dua periode menjabat Kepala Jorong sebagai perpanjangan tangan Wali Nagari tidak satupun saya menghalangi pembangunan malahan saya yang sering berjuang untuk Jorong saya.

"Menurut Syamsuar, ini merupakan ketidak tahuan dan kurangnya wawasan Wali Nagari dan seringnya mendengarkan ocehan dari tim sukses dari Wali Nagari itu sendiri"

Kepala Jorong Babussalam Bonar Surya Winata.S.Sos yang bernasib sama dengan kawan lainnya juga mengatakan, dalam SP1 yang dikirimkan dan dititipkan kepada saya terkesan mengada-ada. didalam pemberian SP1 ini saya rasa tidak ber etika "kok urusan kedinasan SP1 nya dititip atau dikirimkan kerumah saya?.ucapnya sambil tersenyum".

Seharusnya wali sebelum memberikan SP1 mengumpulkan seluruh perangkat untuk meninjau dan mengevaluasi kinerja dari bawahannya.

Semenjak dilantiknya Wali Nagari oleh Bupati pada tanggal 13 november 2017 yang lalu wali nagari belum pernah duduk bersama dengan perangkat untuk membicarakan kelanjutan dan kemajuan nagari ke depan.

Selama lebih kurang sembilan bulan pemerintahannya belum ada inovasi-inovasi untuk kemajuan  Nagari kedepannya. ada persoalan yang tidak bisa dia selesaikan bahkan lari dari masalah dan akhirnya saya dan ketua KAN yang sering muncul dalam menyelesaikan persoalan.

Saya juga telah membalas SP1 yang dikirimkan Wali Nagari dan tembusannya kepada Ketua BPRN, KAN, Camat dan tokoh masyarakat, karena tokoh masyarakatlah yang merekomendasikan dan menyetujui saya untuk menjadi Kepala Jorong Babussalam Nagari Pasir Lawas".

Saya sudah koordinasikan dengan ketua BPRN dan saya pesimis dengan kinerja BPRN ini untuk membahas hal tersebut. Saya akan tunggu pihak nagari dan kecamatan untuk menyelesaikan persoalan ini kapan perlu saya akan menghadap ke Bupati ujar Bonar".

Ketua KAN N.Khatib Sutan saat ditemui tim Iintegritasmedia.com juga terkejut dengan SP1 yang diberikan terhadap perangkat nagari, sebab tembusan suratnya tidak ada kepada saya. padahal KAN mmerupakan salah satu lembaga  yang tidak bisa dipisahkan dengan Nagari Ujarnya.

Wali Nagari tidak pernah mengkoordinasikan kepada saya, nanti akan saya bawa kelembaga saya dan akan saya telusuri kepada wali nagari, selama ini saya berkecimpung di nagari, perangkat nagari menurut saya kinerja mereka cukup bagus karena sudah banyak pengalaman dalam pekerjaannya masing-masing juga mengerti dengan tupoksinya ucap N.Khatib Sutan.(tim)

About integritas media

Diberdayakan oleh Blogger.